Monday, March 07, 2011

Nasihat Maulid Nabi SAW 1432 H


Berikut adalah kutipan-kutipan Tausyiah Pencerah Jiwa (Nasihat Guru dalam Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H).

Hidup adalah sebuah kompetisi.
Ada yang senang dan benci itu biasa.
Jagalah keseimbangan usaha2 untuk dunia dan akhiratmu.

Semakin kita mengenal Allah dan Rosulullah saw, semakin akan diberi kemudahan segala urusan.Setiap sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia melihat siapa hambanya yang meminta, maka berdoalah minta ampunan, minta kebahagiaan dsb.

Apa arti puas? Tidak ada di dunia ini orang yang benar2 bahagia atau sejahtera, belum punya istri minta dikasih istri, sdh punya anak ingin punya rumah, sdh punya rumah ingin punya rumah yang lebih bagus dan seterusnya dan seterusnya. Jadi di mana kita temukan kesejahteraan di dunia ini?

Seukur apa kamu mencintai Rosululloh sayyidina Muhammad saw, maka seukur itulah kadar ke-Islamanmu. Kita mengaku Islam, menjalankan ajaran-ajaran Islam, tapi tidak mengenal siapa yang mengajarnya? Ini jangan sampai terjadi. Kenalilah Rosululloh, bagaimana akhlaknya, bagaimana fisiknya, bagaimana derap langkah hidupnya. JIka kita sudah mengenalnya, inilah yang akan menjadi pondasi bangungan hidup kita di dunia dan di akhirat kelak.

Berbahagialah... berbahagialah... jangan kamu banyak mengeluh. Tinggalkan sejenak urusan duniamu, tinggalkan sejenak usaha-usahamu yang tidak jelas itu, untuk bermuhasabah (introspeksi dan evaluasi diri). Lalu kembalilah bekerja dengan semangat...semangat...Semangatlah melakukan usaha2 untuk duniamu sehingga kamu akan semakin berpengalaman, semangatlah melakukan usaha2 akhiratmu.

Kejarlah duniamu seperti kamu akan hidup 1000 tahun lagi, dan kejarlah akhiratmu seperti kamu akan mati besok.

Sekarang ini detak jantung dunia begitu cepat, banyak terjadi pergolakan, di Arab banyak terjadi demonstrasi, berawala dari Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, ini ada yang menggerakan. Tapi biar sajalah, biarkan biarkan... uruslah dulu dirimu, bersihkan selalu hatimu.

Thursday, February 04, 2010

SIAP NAIK DAN TENGGELAM

Mengejar popularitas seperti mengejar matahari saat pagi atau siang hari, perlahan tapi pasti matahari itu akan berjalan tergelincir menuju ufuk barat dan akhirnya tenggelam. Banyak fenomena yang kita lihat sekarang, para pesohor, artis, band, penyanyi, politisi, bahkan sampai pejabat, yang semula begitu populer, dengan seketika ketenarannya memudar dan hilang menyisakan kenangan.

Lihat saja, fenomena anak band seperti zaman Koesploes (kalau di barat ada The Beatles) sampai Sheila on 7. Semuanya pasti tenggelam seiring dengan bertambahnya umur sang personel atau karena karya-karyanya yang tidak lagi diterima oleh zamannya. Waktu memang terus berlalu, sampai-sampai Iwan Fals mengatakan sang waktu itu sombong, Peterpan berkata ’Tak Ada Yang Abadi’. Tapi, dibalik semua itu ada sedikit ketenangan yang terbersit karena kesadaran Band Ungu yang menulis ”Demi Waktu” dan Utha Likumahuapun tidak kalah dengan melantunkan ”Esok kan Masih Ada”. Kata Ebiet G Ade ”Tinggal bagaimana kita menghayati”, dan semuanya akan bertemu di satu titik seperti yang diabadikan Opick dalam lagunya ”Bila Waktu T’lah Berakhir”. Dan jangan lupa Kla Project sempat pula menyitir dengan menggubah lagu ”Waktu Tersisa”.

Grup Raihan dari Malaysia pun tidak mau ketinggalan dengan membuat lagu pembangun jiwa berjudul Demi Masa yang liriknya begini:

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

Begitulah adanya... waktu memang tidak bisa dihentikan, misalnya seperti di film-film Hollywood dengan menggunakan Time Machine atau sejenisnya. So... kita buat saja sesuatu yang bermanfaat selagi masih ada waktu dan belum tenggelam. Sewaktu berada di atas, jangan lupa untuk menahan diri dari narkoba (nanti kayak Sammy Kerispatih loh...). Yang terpenting adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin saat masa tenggelam (yang terkait dengan popularitas ataupun menuju keabadian) itu datang. Bagaimana, sudah siap untuk tenggelam? Berikan jawaban Anda dengan mengklik kata komentar di bawah ini.

Wednesday, February 03, 2010

Curhat Sang Presiden

Ada politisi yang bilang politik melankolis, ada juga yang bilang presiden jangan sering curhat. Tapi ada juga nada pembelaan, misalnya dengan pertanyaan, apa demokrasi harus seperti itu? Apakah dengan demo membawa kerbau bernama Si Lebay itu mencerminkan sikap kritis yang terpuji, dan seterusnya.

Terlepas dari itu semua, melihat jejak popularitas SBY di panggung politik Indonesia memang sangat menarik. Bagaimanapun juga, naiknya sang presiden tidak terlepas dari politik pencitraan yang terkesan teraniaya, terdzolimi, terfitnah dan sebagainya. Hal ini juga tidak lepas dari pengaruh dan peran media yang bisa membuat opini publik dengan sangat hebat. Lebih detilnya coba klik di sini.

Di negeri yang mayoritas sudah punya pesawat TV ini, tentu pemberitaan dari media audio visual ini sangat menentukan. Lihat saja bagaimana, popularitas SBY yang naik saat dikatakam seperti anak kecil oleh Taufik Kiemas dan terkesan dipinggirkan saat menjadi menteri pada kabinet Megawati. Serta-merta rakyat bersimpati kepada SBY kala itu. Dan terbukti dengan kemenangannya di saat Pemilu langsung.

Nampaknya, orang-orang di sekeliling presiden asli Pacitan ini juga banyak terdapat orang-orang yang sangat paham akan budaya Indonesia, mungkin saja di antara mereka ada sejumlah budayawan atau antropolog yang memang sangat paham karakter umum orang Indonesia. Bangsa Indonesia sejak dulu memang dikenal bangsa yang ramah, sopan, lebih suka menggunakan gaya bahasa sindiran daripada mengkritik, tidak suka melihat orang teraniaya dizholimi terintimidasi dan difitnah.

Nah, mungkin sekarang perbedaannya adalah kalau dulu SBY belum jadi presiden dan sekarang sudah menjadi presiden. Yang namanya presiden curhat pasti dijadikan headline news. Apa dampaknya? Lagi-lagi kemungkinan besar rakyat bersimpati dan popularitas kembali naik. Tapi, apa hasilnya jika curhat cenderung over dosis? Wallahu’alam, kita lihat saja. Apakah rakyat akan terus bersimpati atau sebaliknya. Ketika Pak SBY curhat memang selalu menarik untuk disimak.

Curhat memang bikin sehat, tapi kalau terlalu sering, jangan salah kalau teman-teman akan bilang kita cengeng atau lebay. Mungkin.

Wednesday, January 27, 2010

ANTARA ROY SURYO DAN RUBY ALAMSYAH

Akhir-akhir ini media kita seolah disibukkan dengan sosok Ruby Alamsyah yang tiba-tiba seolah menyeruak ditengah kasus Century yang makin tak jelas juntrungannya, dan kasus pembobolan ATM yang pelakunya disebut-sebut terkait jaringan internasional. Ruby Alamsyah seolah muncul dari “tiarapnya” selama ini terhadap kasus-kasus IT di negeri ini. Mungkin masih ada lagi sejumlah pakar IT lainnya yang sampai detik inipun sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Mungkin orang awam seperti saya serta-merta bergumam, ternyata masih ada toh pakar IT selain Roy Suryo (nah lho...). Hebatnya lagi Ruby ini ternyata mengantongi sejumlah sertifikat internasional yang singkatan-singkatannya itu cukup asing. O...ternyata... tidak hanya manusia yang membutuhkan uji forensik, perangkat keras juga membutuhkannya untuk keperluan rekonstruksi. Yang dilakukan Ruby saya banyangkan seperti sebuah reka ulang atau rekonstruksi bagaimana seorang maling pintar membobol ATM. Ini bisa diibaratkan bagaimana seorang maling biasa melakukan rekonstruksi terhadap apa yang diperbuatnya, misalnya maling komputer. Jadi apa yang salah dengan reka ulang? Rasanya tidak ada, kalau ada tutup saja acara-acara TV semacam Buser dan sejenisnya yang sarat dengan liputan investigasi dan rekonstruksi.

Indonesia ternyata menyimpan banyak SDM yang handal, tapi sayangnya mereka nirekspos, mungkin dasarnya mereka low profile, atau media massa kita yang tidak mau susah-susah mencari orang-orang yang kompeten selain yang sudah ada dan sudah berlangganan. Yah... tentunya ini jadi PR bagi para jurnalis ataupun redaktur sebuah media massa termasuk TV, koran , ataupun radio untuk terus menggalinya, tanpa diembel-embeli maunya yang gampang-gampang saja dan asal sudah terkenal. Mungkin.

Ada berita yang patut kita baca nih dari Metro TV:
Roy Suryo VS Ruby Alamsyah
Metro Hari Ini / Umum / Selasa, 26 Januari 2010 18:47 WIB
Metrotvnews.com, Depok: Kasus pembobolan dana nasabah ternyata membuka perseteruan antara pakar informasi teknologi, Roy Suryo dan Ruby Alamsyah, ahli IT perbankan. Ini berawal dari peragaan Ruby soal proses pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Terkait hal tersebut, Roy sempat mempertanyakan keahlian Ruby dalam bidang forensik IT. Lalu siapakah yang sebenarnya ahli dalam bidang IT?

Ruby Alamsyah adalah alumnus teknologi informasi dari Universitas Gunadarma di Depok, Jawa Barat. Ia meraih master dalam bidang yang sama dari Universitas Indonesia.

Sedangkan, Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo adalah sarjana komunikasi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Roy meraih gelar master dalam bidang perilaku dan promosi kesehatan di kampus yang sama.

Karier keduanya berbeda. Roy saat ini sudah menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Sebelumnya, Roy adalah pengajar dan pembicara di beberapa universitas serta konsultan internet dan video konferensi di Polda DIY.

Sedangkan, Ruby bergelut dibidang IT dan keamanan sistem selama 11 tahun serta Konsultan Forensik Kepolisian Indonesia dan Asia.

Aktivitas organisasi keduanya pun berbeda. Ruby aktif dalam organisasi internasional untuk investigasi kriminalitas dengan teknologi tinggi (HTCIA). Sedangkan, Roy aktif dalam Organisasi Masyarakat Telematika Indonesia dan Komunitas Fotografi.(*)

Monday, January 04, 2010

SIBUK MELIHAT YANG TERLALU BESAR DAN TERLALU JAUH.


Pagi ini begitu cerah. Aku duduk berteman kepulan asap rokok putih. Mataku tertuju pada pucuk daun pohon liar yang tumbuh di belakang kantor tempatku bekerja. Ada kupu-kupu coklat lurik-lurik putih bulat yang hinggap di pucuk daun yang segar menghijau. Dia hinggap disitu, kurang lebih sudah lima menit, sambil sesekali mengepak-ngepakkan sayapnya dengan pelan. Aku amati terus, dan mataku kini menggeser sedikit ke arah tembok pembatas yang letaknya tidak jauh dari sang kupu-kupu. Ada semut rangrang yang bergerak satu arah, beriringan, seolah konvoi panjang yang berjalan tertib, aman, dan terkendali.

Serta-merta aku mendongak ke atas, ada seekor tawon kecil yang terbang berputar-putar seolah mencari sesuatu yang hilang atau mungkin hanya sekedar sedang bermain-main. Cukup lama aku mengamati ketiga makhluk yang semula luput dari perhatianku. Toh semuanya hanyalah hewan-hewan kecil, semuanya punya kehidupan sendiri-sendiri. Tapi, entahlah kenapa saat ini aku begitu memperhatikan mereka.

Tiba-tiba mata batinku seolah membuka, bahwa ada hal-hal kecil yang seringkali kita tidak memperhatikannya. Kita mungkin seringkali disibukkan dengan hal-hal yang besar dan terlampau jauh. Padahal hal-hal kecil ini, jika diperhatikan dan dinikmati dengan seksama, tampak begitu indah, hijau, dan unik.

Kadang dengan mempunyai dua mata kita yang masih sehat inipun, seringkali kita tidak mensyukurinya. Mungkin karena sehari-hari disibukkan dengan menonton berita dan hiburan di TV, sibuk dengan buku-buku bacaan yang berat, dan sibuk dengan melihat hitung-hitungan angka yang membuat kerja otot-otot mata jadi sangat ekstra, dan akhirnya lelah.

Wajar kiranya jika dalam sebuah kesempatan, Gus Mus, kyai kharismatik teman baik Gus Dur (alm), membacakan puisi yang hanya terdiri dari empat kata, ”Tuhan, kami sangat sibuk”. Sebuah kalimat sederhana yang menyadarkan betapa kita seringkali melihat yang terlalu besar dan terlalu jauh. Pun dengan mata kita yang masih sehat ini. Mari mensyukurinya dengan sesekali menikmati gerakan-gerakan makhluk kecil yang ada di sekitar kita.

Thursday, August 06, 2009

Jadi Orang Biasa Siapa Takut

Kalau kamu merasa menjadi orang biasa, maka kamu adalah bagian dari
kelompok yang besar. dimana ada aku didalamnya. Kalau kamu termasuk

orang yang biasa2 saja, kamu ada di partai terbesar dari segala partai

di
negara ini. Pede aja, gak usah takut memandang masa depan. Apa sih
yang kamu risaukan?

Ssstt.. pabrik risau sudah bangkrut. Sudahlah.. maju saja, jalani

hari-hari dengan penuh kebiasaanmu. Jangan mudah terpengaruh dengan

apapun di sekitarmu. Kecuali mereka juga orang biasa sepertimu, maka

bergabunglah. dan kamu akan happy, tersenyum, tertawa, terbahak

sejadi-jadinya.

Yakin saja, orang biasa lebih bahagia dari dugaan sebagian besar orang
biasa. Orang biasa jauh lebih merasakan nikmatnya hidup di dunia ini.
Maka bergembiralah,karena kita tidak takut salah, tidak takut terlihat
tak sempurna, tidak takut terlihat kusut, terlihat rapi, atau terlihat
tampil biasa-biasa saja. Tidak takut dikuntit wartawan atau paparazzi.

Orang biasa bisa berprofesi apa saja, jadi guru... guru yang biasa

saja, jadi karyawan yang biasa saja, bahkan jadi senimanpun yang biasa
saja.

Ketika kamu menjadi orang yang biasa saja, sungguh ini adalah modal

untuk nikmatnya hidup menikmati privasi di dunia yang hanya sebentar

ini. Orang biasa dan orang yang tidak biasa, sama saja, mati tidak

bawa apa-apa. Kalaupun bawa apa-apa, tidak ada artinya wong tubuh ini nantinya kembali ke bumi. Biasa aja lagi... karena dunia ini dipenuh-sesaki dengan orang-orang biasa.

Saturday, January 31, 2009


Agak cooling down juga setelah melihat perkembangan di Gaza yang digempur 22 hari secara brutal oleh militer Israel biadab yang membunuh wanita dan anak-anak Israel. Semoga usaha Spanyol dan negara-negara lain yang konsisten untuk membawa Olmert, Peres, Bush, Condoleeza, Livni, Leibovich, dan petinggi-petinggi militernya ke mahkamah Internasional untuk menghukum mereka sebagai penjahat perang (the war criminals and the true terosists), dapat segera terwujud. Selebihnya untuk mengetahui perkembangan Gaza dan Palestina pada umumnya silakan klik disini atau kesini.

Tahun 2009 ini hendaknya disadari dengan sikap lebih percaya diri dan mencintai produk dalam negri. Biarlah dunia khususnya AS dan Eropa sedang goncang oleh krisis finan-sial global, tapi kita orang Indonesia harus tetap optimis. Toh, hanya sebagian kecil saja sektor yang terkena dampaknya (manufaktur dan furniture).

Saya bukan ekonom yang setiap hari memperhatikan njelimetnya urusan uang, devisa, laju inflasi, bursa efek, dan sejenisnya. Maka dari itu, saya cuma mau mengatakan yang simple-simple saja. Misalnya, cobalah mulai selektif dengan apa yang kita makan, lebih amannya carilah tempat makan yang sehat (misalnya warung makan ikan segar dengan variasi sayurannya). Hindari makanan cepat saji yang hanya akan mengundang penyakit hinggap di tubuh Anda. Sekali lagi carilah warung-warung yang nyata sehatnya. Dengan selektif seperti ini, berarti Anda sudah menggerakan perekonomian anak bangsa. Tidak usahlah kita berbelanja produk-produk atau pergi ke tempat-tempat yang nyata-nyata keuntungan dari bisnis mereka digunakan untuk mempersenjatai Israel yang pada akhirnya akan membantai anak-anak tak berdosa dan para wanita Palestina. Kalimat sederhananya seperti iklan boss Maspion, "cintailah prlodzuk-produks dalam negri".

Mungkin apa yang dilakukan pengusaha Iran bisa kita ditiru. Dia membuat produk minuman bernama Zam zam Cola, dan di jazirah Arab laku keras bo! Nah satu saat kita bisa bikin MasDoel's untuk menyaingi McDonald's, Malioboro untuk mendongkel Marlboro, Kola kola untuk menggeser Coca Cola (sudah beredar), atau Shol untuk melenyapkan Shell. Dengan jalan seperti ini, tentu akan menggairahkan sektor riil kita.

Bolehlah saya mengcopy-paste kalimat blogger lain yang bunyinya,"Jika kita tak mampu berdampingan dengan saudara kita di Lebanon dan Palestina untuk memerangi Israel, mari dukung mereka dengan dana, dan goyang perekonomian musuh-musuh mereka." Nah ini dia produk yang harus kita hindari, atau dengan kalimat yang lebih lugas, "jangan beli!". Mau tahu produk apa saja? Klik disini.

Bekerjalah secara profesional dan bekerja keras sesuai dengan bidangnya masing-masing. Yang jago bikin web, cobalah mulai berfikir untuk tidak melulu jadi follower, buatlah web yang dapat menjadi tandingan facebook, friendster, atau yahoo. Yang jago pertanian cobalah cari varietas-varietas unggul kualitas ekspor. Yang jago otomotif coba deh bikin kendaraan roda empat murah untuk rakyat Indonesia, dan seterusnya dan seterusnya. Ayo Indonesia jangan tidur terlalu lama!

Monday, January 12, 2009

Mengirim Surat untuk George W Bush

Anda mau ngomong apapun kepada George W Bush, silakan email dia ke alamat ini: comments@whitehouse.gov atau baca dulu http://www.whitehouse.gov/contact/


Masih terkait dengan agresi Israel ke Palestina. Mungkin Anda juga termasuk orang yang mengikuti terus perkembangannya. Sungguh sangat menyesakkan bagaimana mereka dikurung (diblokade), untuk kemudian dihajar habis-habisan secara brutal tanpa rasa belas kasihan oleh tentara-tentara Israel Laknatullah. Tanganku terkepal, mataku berkaca-kaca, tapi hanya itulah yang aku bisa. Marah, jengkel, kecewa, ikut merasakan penderitaan warga Gaza di sana.

Terlebih lagi membayangkan ibu-ibu yang kesana-kemari berlari bersama anak-anak mereka. Setibanya mereka di tempat yang dirasa aman, ternyata bom malah mengenai mereka. Ada kisah yang sangat memilukan, seorang ibu yang telah terkapar mati syahid, dikerubuti empat anaknya sambil menangisi jasad sang ibu yang sudah membujur kaku.
Entah bagaimana kisah keempat anak ini selanjutnya, mungkin mereka juga telah menyusul sang ibu yang sangat mereka cintai itu, atau mungkin selamat dengan trauma yang mendalam terhadap perang dan kehilangan ibunda tercinta untuk selamanya.

Keji!!! Biadab!!! laknat!!! terkutuklah wahai kau yahudi!!!
Cemoohan dan protes manusia dari seluruh penjuru dunia tidak kau perhatikan, PBB (yang memang tidak berguna itu) tidak kau dengarkan.

Sekali lagi hanya itu yang bisa kita lakukan. Mungkinkah dengan do'a dan bantuan ke posko-posko Palestina dapat meringankan beban warga Gaza yang tertindas? Wallahua'lam, hanya Allah yang dapat menjawabnya. Coba saja doa setiap habis sholat, atau setelah sholat malam. Mudah-mudahan Allah segera menurunkan bantuan untuk Gaza dengan "cara-Nya" yang tidak kita pahami atau tidak terlihat.

Ada satu lagi cara untuk mengajukan protes terhadap zionis Israel, silakan Anda surati Presiden AS yang terhinakan di dunia ini (mana ada presiden koq dilempar sepatu). Anda kirim saja email ke comments@whitehouse.gov

Seperti saya yang sudah melakukannya, berikut isi email saya, semoga dibaca si Bush-uk yang jelas-jelas bersama kabinetnya, termasuk Menlu Condoleeza Rice yang tampak sekali wajah iblisnya ketika menyatakan abstain dalam sidang PBB yang memutuskan resolusi untuk Israel-Palestina. Silakan kirim mumpung dia belum lengser.

to mr. George W. Bush

It's about Gaza children. they scream," help us. why we become the victims? B
Before death, they keep crying sick. they call, "mama ... sick mama ..."
listen to them! see them!
Think ... if they are your children.

You are very unreasonable. You are very uneducated. You are war criminals. Look at Palestinian residents. Their pain, they cry, they fear. You have made them great pain. How much money you receive from Israel?

Are you a democratic? Look, over 300 Palestinian children died. They were in pain. They bomb in the army by israel. They shoot at. They were in the shoot many times with white phosphorus guns. You have a heart, but not used. you have ears, but you deaf. you have eyes but you blind.

israel and you've created a Holocaust in Gaza. you are truly cursed!

I weep for this crime,

Olish Katja,
Indonesia

Tuesday, January 06, 2009

AKU MENANGIS UNTUK ANAK-ANAK PALESTINA

Wahai manusia…
Sekarang aku sedang berbicara kepada orang-orang hebat ini:
Wahai tentara Israel
Wahai George W. Bush
Wahai Obama
Wahai Ehud Olmert
Wahai Ban Ki Moon
Wahai lobby Yahudi di parlemen AS
Wahai orang-orang biadab!
Wahai orang-orang pemuja demokrasi dan HAM!
Wahai para pembuat peluru
Wahai para pembuat rudal
Wahai para pembuat tank dan pesawat canggih
Wahai para pembuat mesin pembunuh peradaban manusia
Wahai untuk seribu wahai!!!

Sungguh kalian sudah melihat dengan jelas dengan mata kepala sendiri
Begitu bengisnya tentara Israel dibawah komando Olmert sang penjahat perang
Menumpahkan darah perempuan dan anak-anak Palestina tak berdosa
Bayangkan jika mereka adalah anak-anakmu!
Bayangkan jika mereka istrimu atau saudaramu!
Tapi sayang… kalian berpura-pura tidak melihat ketakutan mereka
Berpura-pura tidak mendengar jeritan mereka

Pagi ini aku melihat headline sebuah surat kabar
Yang menampilkan foto seorang ayah yang menangis-meronta
Di hadapan tiga balitanya yang tergeletak kaku
Dengan pakaian berhias darah kering
Wajah-wajah ketiganya begitu polos, bersih, dan menyisakan pertanyaan
“Kenapa kami yang ditembaki?”
“Apakah kami ini jahat?”
“Ada apa dengan tentara-tentara Israel itu?”
“Apakah mereka menganggap kami ini binatang yang berbahaya tak berguna?”
“Ayah… ibu… yang tabah ya, jangan tangisi kepergian kami”
“Mungkin di surga kami bisa menemukan jawabannya”
“Biarkan kami bertanya pada Tuhan”
“Selamat tinggal abi… selamat tinggal umi… kami menunggu kalian di surga”






"Ya Allah yang maha kuasa dan maha melihat, kami memohon pada-Mu... hentikanlah kebiadaban Israel dengan cara Engkau, Amiienn"

Wednesday, September 03, 2008

JIHAD SEORANG SUAMI


Pagi tadi saya ditelpon sama ibu, setelah ngobrol berbagai macam topik pembicaraan, sampailah pada berita mengejutkan itu. beginilah kutipannya:



Ibu : “O iya A… tetangga kita Mang Karya meninggal”. (Mang Karya = Om Karya)

Aku : “Innalillaahi wainna ilaihi roji’un”

Ibu : “Mamah juga gak nyangka, dia kan masih muda”

Aku : “Gimana kejadiannya?”

Ibu : “Katanya lagi nyari motor ke daerah Kadipaten.”

(kerjaan almarhum calo motor)

Aku : “Terus…?”

Ibu: : “Tabrakan beruntun!”

Aku : “ Sedang jihad tuh Mang Karya.”

Ibu : “ Iya semoga dia syahid.”

Aku : “Amieen amiieen… keluarganya gimana Mah?”

Ibu : “Ya pertama denger sih nangis terus, istrinya sama tiga anaknya. Si sulung mah sampai histeris.

Aku : “O iya kejadiannya kapan itu?”

Ibu : “Baru kemarin ini, sore hari, pas puasa hari pertama.”

Aku : “Masya Allah… ya ya…” (aku tercekat)

“Anaknya yang gede tuh umur berapa sih Mah?”

Ibu : “Baru mau masuk SMP, adik-adiknya masih kecil-kecil. Yang gede tuh pinter, sekolahnya ranking sat uterus, yang kecil gendut lagi lucu-lucunya… kasihan A”

Aku : “Iya sih Mah… ya titip pesan aja buat keluarganya, yang tabah, yang sabar.”

Ibu : “Iya A… “


Obrolan lewat telpon pagi tadi begitu membuatku miris. Di satu sisi, membayangkan betapa sedihnya keluarga yang ditinggalkan, di sisi lain ada sedikit kelegaan membayangkan almarhum yang meninggal di saat mencari nafkah untuk anak dan istrinya sambil berpuasa .

Lagi-lagi aku sebagai manusia biasa hanya bisa berucap, semoga… semoga… dan semoga. Selamat jalan Mang, semoga engkau masuk golongan mujahid. Amieen.

Friday, July 25, 2008

Fenomena Lagu Gaby


Mumpung belum terlalu telat, sebagai orang yang sehari-hari bergelut dengan musik, saya juga mau ikutan komentar. Ada beberapa kemungkinan tentang "wabah" lagu ini:
  1. 1. di-upload di internet secara sengaja oleh si penciptanya
  2. 2. di-upload di internet secara sengaja oleh orang yang bukan penciptanya (bisa teman si pencipta lagu atau orang yang ngerekam lagu dengan niat menyebarkannya lewat internet). Prosesnya dapat dilakukan dengan seizin atau tanpa seizin si pencipta.

Sementara itu, tentang banyaknya yang mengaku sebagai pencipta lagu (yang sebenarnya secara musikalitas lagu tsb sangat biasa sekali), inilah beberapa kemungkinannya:
1. Orang/band itu jujur dan memang dialah penciptanya
2. Orang/band itu tidak jujur alias bohong alias penuh dusta.
It's enough! ya... cuma dua kemungkinannya... itu saja.

Lalu apa untungnya ngaku-ngaku lagu yang bukan ciptaannya dengan melakukan kebohongan publik? Ya tentu saja alasannya sangat mudah ditebak, yaitu:
1. Ingin terkenal
2. Ingin populer
3. Ingin tenar
4. Ingin masuk di tipi
5. Ingin dapat uang
6. Ingin kaya
7. Ingin beli rumah
8. Ingin beli mobil
9. Ingin punya pacar
10. Ingin-ingin empukkkk hehehe

Nah... kalau soal bagaimana prosesnya hingga ada yang ngaku2 lagu tersebut adalah ciptaannya (kita sebut saja si pembohong), berikut adalah beberapa kemungkinannya:

1. Si pembohong melihat dan mendengar langsung ketika si pencipta menyanyikan lagu tersebut, kemudian merekamnya dalam ingatan/tape recorder/hp dngn fasilitas recording. Suatu hari dia mengklaim lagu itu sebagai ciptaannya.

2. Si pembohong melihat dan mendengar lewat internet, dia suka, kemudian dia genjrang-genjreng gitar di rumah dan mengklaim lagu itu sebagai ciptaannya.

3. Si pembohong nemu cd, kaset, atau flashdisk di suatu tempat misalnya tempat sampah, ternyata setelah didengerin berisi lagu Gaby 'Tinggal Kenangan'. Kemudian dia mengaku itu lagu ciptaannya.

Sikap saya sebagai orang musik:

1. Mengutuk keras para pembohong seperti emaknya si Malin Kundang
2. Mengajak para musisi untuk merasa malu dengan fenomena ini (malu koq ngajak-ngajak sih...)

Solusi:
Ingat loh...
sekali bohong akan diikuti dengan bohong-bohong lainnya
... Maka dari itu, dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya harus segera diadakan Sumpah Pocong, biar yang boong langsung jadi pocong hihihihi....

Monday, July 21, 2008

Hati yang Bersih


Teman-teman, saya baru pulang dari pertapaan. Ketika sedang asyik menjelajah sisi-sisi batiniah dan ruhiyah saya yang hampir keropos tergerogoti arus globalisasi, saya mendapati kesejukan air zamzam dan tetesan embun surgawi dari tulisan Ust. Arifin Ilham. Thank's buat temen2 di Grup FS My Islam khususon Om Malik a.k.a Om Maligh & Uni_Na_untum yang sudah posting copas pemikirannya Ust. Arifin di bawah ini:

Hati yang bersih adalah hati yang akan membawa kebahagiaan, kesuksesan, kemenangan, kedamaian, dunia akhirat. Sungguh sukses beruntunglah hamba Allah yang suci hatinya. Hati yang suci akan mudah mengakses, menerima, hidayah - petunjuk Allah, rahmat - kasih sayang Allah, maghfirah - ampunan Allah, inayah - pertolongan Allah, dan berkah demi berkah.Yang kedua, hati yang bersih, do’a pun menjadi mustijabah. Karena tidak ada hijab, tidak ada yang menghalangi dia dekat dengan Allah, karena bersih hatinya, bening.

Kemudian yang ketiga, hati yang bersih, subhanallah, kalau ia bicara, bicaranya pun menjadi hikmah. Qoulan tsakila, kata-kata yang berbobot.. Dan kalau hamba Allah yang hatinya bersih itu bicara, orang akan mendengar, orang akan menyimak, dan mudah mendapatkan hikmah, al ilmu dari mereka yang hatinya bersih.
Hati yang bersih, subhanallah, bersemainya sifat-sifat yang mulia. Ikhlash, sabar, syukur, qona’ah, tawadhu, tawakal, dan sebagainya, subur sekali sifat-sifat mulia tumbuh bersemai di hatinya. Kemudian hati yang bersih mudah meraih kekhusyu’an, mudah menerima ilham, intuisi-intuisi kebaikan dan perbaikan.

Hati yang bersih, subhanallah, akan mendapat kedudukan yang mulia, maqoomammahmuudah. Hati yang bersih, subhanallah, pusat perhatian para malaikat. Seperti bintang di tengah malam, menyala-nyala, mengundang perhatian para malaikat. Sehingga malaikat mendekatinya dan terus memujinya dan mendoakannya, agar ia terus dalam kebersihan, dalam kesucian di hadapan Allah.

Kemudian hati yang bersih, subhanallah, akan membuat hati itu bercahaya. Hati yang bercahaya akan menerangi pikirannya, bicaranya, penglihatannya, pendengarannya, tubuhnya bercahaya. Hai akhlak yang mulia. Kemudian ia bercahaya, maka siapapun yang mendekati dirinya akan merasakan berkah dari cahaya yang ada pada dirinya. Jangankan dia, orang mendekat dia pun akan merasakan keberkahan-Nya.

Kalau suami hatinya bersih, istrinya pun mendapatkan keberkahan. Kalau istri hatinya bersih insya Allah suami pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau orang tua bersih hatinya insya Allah anak-anaknya pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau pemimpin hatinya bersih insya Allah rakyat pun mendapatkan keberkahan dari kebersihan hatinya.

Hati yang bersih, firasatnya sangat tajam. Hati yang bersih, syaithon tidak dapat menguasainya, silau mata syaithon melihat hati hamba Allah yang bersih, karena memancar cahaya.

Karena itu kita mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa yang mengotori hati kita, diperbaiki akhlaq buruk yang menjadi hijab di hati kita. Sehingga dengan hati yang bersih kita mendapatkan keberkahan demi keberkahan.


By Ustadz Arifin Ilham

Friday, June 06, 2008

Yang Tercecer dari Dialog Publik Amien Rais dan Cak Nun

Ada banyak persoalan di negeri ini. Ada banyak potensi di negeri ini. Ada banyak permata di negeri ini. Ada banyak sumber daya alam di negeri ini. Ada banyak seniman yang dapat membuat orang-orang bule melongo melihat orang Indonesia bisa ngeblues, ngejazz, nge-country, nge-gamelan, ngereggae, ngerock, ngesoul, ngegambus Arabian, ngindia, ngarawitan, ngedangdut apalagi, atau nggedebak-nggedebuk, atau ngesenian lainnya. Semuanya pasti bisa dilakukan orang Indonesia. Meminjam istilah Cak Nun, ada banyak cerita di negeri ini, dari kisah rajawali yang terkurung pada Babad Tanah Jawa lengkap dengan cerita mental inlander dan kompradornya Amangkurat I sampai cerita Puntodewo, Arjuna, Gareng, Bagong, Limbuk Cangik sampai Butho versi masa kini.

Tapi, mental-mental komprador atau pelayan dan inlander masih berkeliaran memegang tampuk kekuasaan. Sampai kapan? Entahlah. Inilah sekelumit cerita yang diambil dari Dialog Publik di Gedung MM UGM yang berlangsung hari Kamis, 5 Juni 2008 kemarin. Sengaja saya sampaikan di sini, karena ini penting. Ini adalah PR anak bangsa yang peduli akan nasib bangsa ini di kemudian hari.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh ini terungkap betapa negara kita ini sekarang sudah terjajah. Sejarah memang selalu berusaha mencari celah untuk bisa terulang. Kalau sejarahnya manis sih oke-oke saja, tapi kalau sejarahnya pahit ya nanti dulu. Bangsa ini dulu kenyang dengan pil lahit imperialisme dari zaman Portugis, Inggris, Belanda sampai si saudara tua Jepang. Sudah lama bangsa ini dikadalin VOC dan antek-anteknya. Yang terjadi sekarang bukannya hilang, tapi sebaliknya kita dijajah lagi lewat globalisasi ekonomi yang memang gombalisasi itu! Aset-aset negara sudah banyak yang terjual ke tangan asing. Istilah terbaru muncul korporatokrasi, begitu kata Pak Amien sebagai penulis buku Agenda Mendesak Bangsa; Selamatkan Indonesia! Malahan dalam waktu dekat, sebanyak 42 BUMN siap dijual ke tangan asing. Ini ditegaskan pula oleh pembicara lain, Dr. Drajad Wibowo, ekonom yang menjadi anggota DPR itu. Sementara Prof. Mochtar Mas’oed hadir sebagai pembedah yang jitu memaparkan bahwa buku Amien Rais itu merupakan buku yang punya tujuan seperti roman bertendens agar para pembacanya bertindak. Pak Amien pun mengakui, dia ingin setiap anak bangsa yang membaca bukunya (kabarnya sekarang sudah terjual 40.000 eks), akan marah melihat fakta-fakta yang ada didalamnya.

Pertanyaannya adalah kenapa musti marah? Ya, harus marah, karena faktanya sungguh hebat luar biasa. Sejak zaman Megawati sampai SBY berapa banyak BUMN yang terjual ke tangan asing. Singapura dengan Temasek-nya berhasil menguasai Indosat. Konsekuensinya, mereka bebas melakukan perang-perangan dengan peluru tajam di beberapa wilayah Indonesia khususnya Pulau Sumatera. Kabarnya, merekapun jadi bisa mengendalikan Satelit Palapa. Akibatnya apa? Ketika terjadi huru-hara di negeri ini, bisa saja jalur komunikasi antar Kodim, Korem, dan satuan militer lainnya terputus. Sungguh hebatkan? Begitu kurang lebih yang diungkapkan Amien Rais. Kalau ke-42 BUMN itu benar-benar lepas ke tangan asing karena sikap-sikap market friendly pemerintah, maka lengkaplah sudah bangsa ini menjadi bangsa yang tidak punya kedaulatan ekonomi. Selamanya kita hanya menjadi budak asing!

Bagaimana dengan Cak Nun? Kyai Mbeling ini langsung menantang Pak Amien, katanya, “Sudah saatnya Pak Amien, ini mendesak, saya melihat yang bisa hanya Amien Rais, ingat hidup adalah perbuatan!” Katanya seraya menyindir Ketua Pan Soetrisno Bachir yang akhir-akhir ini gencar beriklan dengan slogan yang tidak spektakuler itu. Ketika ditantang termasuk oleh beberapa penanya Pak Amien pertama kali hanya menjawab, “Masih banyak yang lebih muda, saya ini kan sudah hampir sunset.” Jawaban seperti ini cukup membuat orang yang pertama tidak mendukung Amien Rais untuk maju capres menjadi terperangah. Bagaimana tidak, seorang Amien Rais yang dulu terlihat begitu ambisius (mungkin karena tim suksesnya juga yang kurang smart melihat dan mengkaji budaya orang Indonesia yang tidak suka dengan orang-orang yang tampak terlalu ambisius), secara spontan terlihat begitu menolak secara halus. Tapi, dalam hati kecil saya, sikap inilah seharusnya yang lebih ditonjolkan dalam kampanye dulu-dulu ketika Pak Amien maju capres.

Kalau memang ada pemimpin yang komitmen untuk bersikap tegas pada IMF, World Bank dan kroni-kroninya, kenapa tidak? Buktinya sudah banyak, lihatlah Russia, Bolivia, Argentina, India, dan raksasa ekonomi Asia saat ini, China! Mereka bisa tegas terhadap korporatokrasi asing. Mereka cukup percaya diri untuk tidak menjadi inlander. Mereka cukup percaya diri untuk melakukan negosiasi ulang dengan kekuatan asing sang pengeruk kekayaan negeri sendiri. Persoalannya, sudah pede dan beranikah pemimpin kita saat ini? Kalau belum, berarti memang harus segera turun mesin! (Lagi-lagi meminjam istilah Pak Amien dalam dialog siang itu).

Dalam acara yang berlangsung hampir lima jam itu, sepertinya memang memacu semangat kebangsaan untuk menjaga aset-aset bangsa ini agar tidak lepas terus ke tangan asing. Misalnya, agar hasil Freeport juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. Agar kita dapat mengelola Sumber Daya Alam yang ada benar-benar dari ibu pertiwi, dikelola oleh rakyat, dan hasilnya juga untuk rakyat.

Setelah acara selesai, saya sempat menegur Pak Amien yang asyik dimintai tanda tangan untuk buku-buku yang sudah dibeli para peserta dialog. “Semoga jadi presiden Pak!” Sambil masuk mobil Pak Amien sigap menjawab, “ Amin… amin.”

Wednesday, June 04, 2008

Wanted: Public Enemy


Agaknya inilah yang terjadi akhir-akhir ini di negeri kita tercinta. Kadang kita tidak sadar, hampir setiap hari kita selalu mencari public enemy atau musuh bersama. Nampaknya mungkin benar, di negeri kepulauan ini ada pihak-pihak yang tidak suka dengan kedamaian. Mungkin hampir sama pemikirannya dengan negara-negara pembuat senjata. Mereka akan terus mengupayakan adanya perang di muka bumi ini. Kenapa bisa begini? Karena dengan adanya perang mereka dapat terus memproduksi senjata. Kalau tidak ada perang, industri-industri senjata milik mereka akan bangkrut, dollar juga tidak akan mengalir.

Kalau pihak luar tidak suka adanya kedamaian di Indonesia, memang masih masuk akal. Tapi, kalau elemen bangsa ini sendiri yang tidak suka bagaimana? Tentunya aneh bin ajaib. Apa kepentingan mereka hingga tega-teganya menginginkan negara ini bergolak? Apa mereka didanai asing yang ingin di negara ini terjadi perang saudara? Mungkin mereka tidak puas dengan kerusuhan Poso, atau damainya Aceh sekarang ini? Mereka mau antara umat Islam sendiri pecah! Ahmadiyah diadu dengan seluruh umat Islam, FPI diadu dengan Banser NU, Gus Dur diadu dengan Habib Rizieq, Islam konservatif diadu dengan Islam modern, NU diadu dengan Muhammadiyah, MUI diadu dengan JIL. Sungguh terbayang apa jadinya nanti jika semua elemen Islam di negara ini pecah. Apa kita mau jadi seperti Irak, dimana ketika Sunni dan Syiah tidak pernah akur, kemudian Amerika masuk dan hancurlah negara itu.

Seandainya dalam insiden monas itu saya punya helikopter sepuluh buah saja, saya akan tugaskan semua pilotnya untuk terbang rendah di atas monas dan berteriak lantang dengan pengeras suara yang super keras, “Hei kalian semua, sadarlah kalian itu sama-sama orang Islam! Sadar gak siiiiihhhh????!!!, Please deh, jangan bego-bego amat dooong… Ada yang seneng lho kalau kalian perang kayak gini terus... ”

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari insiden monas? FPI mau dibubarkan, Anda senang? Urusan BBM dan BLT terlupakan, pemerintah jadi sedikit lega karena perhatian publik jadi teralihkan ? Atau kita semua termasuk Anda jadi sadar, bahwa ada konspirasi yang sangat rapi dibalik semua ini? Untuk kemungkinan yang terakhir ini, Anda dapat membaca link ini, silakan klik http://www.jalansetapak08.wordpress.com

Coba pikir dengan hati, ini fakta, ini Indonesia, dan kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia!

Friday, May 16, 2008

Setiap Ganti Presiden BBM Naik


Judul di atas sebenarnya sudah berupa kesimpulan. Faktalah yang berbicara, siapapun orangnya yang memimpin negeri ini sepertinya tidak akan kuat untuk tidak ikut-ikutan menaikkan harga BBM. Kenaikan BBM sudah menjadi hal biasa, jadi kenapa harus terlalu dipermasalahkan atau dipusingkan?

Apa benar orang-orang yang demo itu benar-benar sedih dengan naiknya BBM? Atau mereka hanya terprovokasi saja? Tapi, kalau dilihat sepintas sih memang jelas mereka kecewa dengan keputusan pemerintah SBY-JK, sampai-sampai jerigen (tempat minyak tanah) mereka buat seperti bola sepak, ditendang sana, tendang sini, oper sana, oper sini, kadang-kadang juga di smash atau dibanting-banting. Ibu-ibu tampak beringas pada barang yang biasa disayanginya.

Sungguh bentuk sindiran yang telak! Bagaimana ibu-ibu rumah tangga dengan pakaian khasnya (daster) bermain bola "jerigen" yang biasanya mereka gunakan untuk tempat menyimpan minyak tanah. Terlalu berlebihan? Tidak sih, justru mereka terlihat ekspresif walaupun kadang sambil tersenyum atau tertawa bersama.

Kenaikan BBM yang rencananya akan diberlakukan akhir Mei ini memang ditanggapi beragam oleh masyarakat. Ada yang biasa saja, ada yang sangat pasrah, ada yang sangat cemas, ada yang stress, ada yang marah-marah, bahkan ada juga yang turun ke jalan mereka berdemo menuntut SBY-JK atau menteri Purnomo Yusgiantoro untuk turun. Apa ini perlu? Dalam konteks sebuah negara demokrasi kejadian-kejadian demonstrasi nampaknya sudah menjadi satu keharusan. Demo itu harus ada di negara yang mengaku demokratis. Demikian halnya juga dengan Indonesia. Ada semacam analogi sederhana; Indonesia adalah negara demokrasi, di negara demokrasi, demonstrasi sudah menjadi hal biasa. Kesimpulannya, karena negara Indonesia adalah negara demokrasi, demonstrasi sudah biasa terjadi. Maka tidak heran kalau Wapres Jusuf Kalla mengatakan tidak takut dengan ancaman dan gelombang demonstrasi yang lebih besar untuk menolak rencana kenaikan BBM (Kompas, Jumat 16 Mei 2008). Wajar saja kalau beliau tidak takut, karena beliau sadar betul negara Indonesia ini adalah negara demokratis. Justru kalau tidak ada demonstrasi, negara ini bisa-bisa dicap sebagai negara yang dipimpin oleh penguasa otoriter.

Hidup di Indonesia harus membiasakan diri dengan naiknya BBM. Buat Anda yang bergaji besar dan hidup di atas garis kekayaan mau naiknya seberapa besarpun pasti tidak jadi soal. Akan tetapi, lain halnya bagi rakyat lainnya yang jumlahnya jauh lebih besar. Mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan atau mungkin di dasar jurang kemiskinan tentunya akan menjerit, karena jelas hal ini akan semakin membuat mereka hidup miris dan terjepit di negara yang sebenarnya kaya raya ini.

Syekh Salthut ketika berkunjung ke Indonesia sangat kagum dengan keindahan dan kesuburan alam Indonesia, sehingga sang syekh menyebut negeri ini adalah potongan surga. Sekarang potongan surga ini sudah menjelma menjadi potongan surga yang salah urus. Hutan-hutan dibabat, pohon-pohon ditebas, alam tidak lagi dijadikan sahabat, sebaliknya terus disakiti. Jangan heran kalau satu saat alam juga yang marah, sekarangpun sudah banyak terjadi. Sebenarnya marahnya hanya pada satu dua orang saja, tapi imbasnya bisa dirasakan banyak orang.

Bagaimanapun juga, ke depan jalan masih panjang, harapan harus selalu tetap ada. Ingat, putus asa adalah dosa. Walaupun setiap ganti presiden BBM selalu saja naik, kita harus tetap berusaha, berdoa, dan tawakkal kepada-Nya. Tantangannya adalah, bisakah negara ini suatu saat nanti menghentikan tradisi BBM naik setiap ganti presiden? Mungkin saja bisa dengan syarat presidennya harus benar-benar sakti mandarguna dalam arti benar-benar ahli mengerahkan potensi SDM dan SDA, jangan sampai bisa tapi hasil utang sehingga nantinya rakyat juga yang susah, atau minimal malu karena punya negara yang utangnya banyak seperti zaman orde baru.

Google